( Disunting
oleh H. B. Fanumbi, SS )
Dalam tes cpns online 2013 yang lalu
salah satu kesulitan terbesar yang dikeluhkan peserta tes adalah keterlambatan
berpikir dalam menganalisa soal-soal logikal dalam bentuk kalimat pernyataan /
pertanyaan dan menemukan serta menyimpulkan suatu fakta kebenaran melalui option a-b-c-d-e yang disiapkan. Banyak peserta
tes bingung memahami isi soal yang terkesan berbelit belit rumusannya. Kesan
ini muncul karena banyak peserta yang tidak terbiasa atau terlatih memahami bagaimana
menganalisa suatu pernyataan atau pertanyaan.
Tulisan ini bermaksud memberikan
cara berpikir dalam menganalisa kalimat secara cepat dalam durasi 1 menit
sehiungga diharapkan peserta tes nantinya dapat dibantu untuk menjawab soal-soal secara baik dan
benar.
Silogisme
adalah bagian sentral dalam Prinsip ilmu Logika yang bertujuan menyimpulkan
sesuatu fakta secara baik dan benar sesuai struktur kalimatnya. Silogisme sendiri
terdiri dari premis mayor dan premis minor serta konklusi sintetis. Premis Mayor pada umumnya memiliki struktur
kalimat yang bersifat pernyataan. Misalnya : Semua hewan Mati. Sedangkan premis minor memiliki struktur kalimat
yang bersifat pengembangan. Contoh : Sapi
adalah hewan. Sedangkan sintetis adalah penggabungan dari premis minor dan mayor.
Jadi jika kita menghubungkan premis mayor – premis minor dan sintetis maka
struktrur kalimnat yang baik dan benar di atas dapat disusun sebagai berikut :
Premis Mayor : Semua hewan mati
Premis Minor : Sapi adalah Hewan
Sintesis : Sapi pasti Mati
Dalam
kalimat di atas, statemen mayor terletak pada kata semua hewan mati. Dalam
premis minor, kalimat yang dikembangkan adalah Sapi adalah hewan. Nah sinsis
dari kedua premis di atas akan bertemu pada Fakta Kematian ( Mati ).
Contoh lain
Premis Mayor : Semua orang
Maluku memilki suara yang merdu
Premis Minor : Rahim adalah
orang Maluku / Rahim memiliki suara yang merdu
Konklusi Sintesis : Rahim pasti memiliki suara yang bagus
/ Rahim adalah orang Maluku
Hal-hal yang
perlu dipahami dalam Logika dan silogismenya adalah :
Nalar = Aktivitas yang memungkinkan seseorang berpikir logis
Bernalar = Berpikir logis (berpikir sesuai dengan logika)
Logis = Masuk akal atau benar menurut penalaran
Penalaran = Cara berpikir logis
Logika = Pengetahuan tentang kaidah berpikir atau jalan pikiran yang masuk akal
Bernalar = Berpikir logis (berpikir sesuai dengan logika)
Logis = Masuk akal atau benar menurut penalaran
Penalaran = Cara berpikir logis
Logika = Pengetahuan tentang kaidah berpikir atau jalan pikiran yang masuk akal
Penalaran
didefinisikan sebagai proses mental yang bergerak dari apa yang kita ketahui
kepada apa yang tidak kita ketahui sebelumnya berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta
untuk menghasilkan sebuah kesimpulan. Soal-soal tes dalam penalaran kritis
disusun untuk menguji kemampuan sobat mengambil serangkaian fakta yang
ditampilkan dalam kalimat dan memahaminya, serta memanipulasi informasi untuk
menyelesaikan suatu masalah khusus. Tes Penalaran kritis terbagi menjadi dua,
yaitu tes penalaran logis (silogisme) dan tes penalaran analitis.
Namun Pak HaBe di sini hanya akan menitikberatkan pembahasan pada materi
penalaran logis (silogisme).
PENALARAN LOGIS (SILOGISME)
.Pertanyaan-pertanyaan
dalam tes penalaran logis mengharapkan sobat untuk mengambil keputusan secara
logis dan mengetahui bahwa dari data yang tidak cukup tersedia dapat memperoleh
jawaban yang pasti. Sebelum Pak HaBe membahas mengenai penalaran logis
(silogisme) lebih lanjut, maka sobat perlu memahami terlebih dahulu pengertian
mengenai proposisi dan oposisi.
Silogisme merupakan bentuk penyimpulan tidak langsung. Silogisme disebut juga cara berpikir atau menarik kesimpulan dari premis-premis umum dan khusus.
Silogisme digolongkan sebagai penyimpulan tak langsung, karena penyimpulan pengetahuan yang baru diambil secara sistematis dari dua permasalahan yang dihubungkan dengan cara tertentu.
a. Silogisme
kategorik
Silogisme kategorik adalah silogisme yang semua proposisinya mempunyai proposisi kategorik.
- Silogisme Kategorik Bentuk Standar
Silogisme kategorik bentuk standar
adalah silogisme yang terdiri tiga proposisi, tiga term (subjek, predikat, dan
term penengah), dan konklusi disebut setelah premis-premisnya.
Contoh : Semua mamalia menyusui anaknya. → Premis Mayor
M P
Semua kerbau mamalia → Premis Minor
S M
Semua kerbau menyusui anaknya → Konklusi
S P
Contoh : Semua mamalia menyusui anaknya. → Premis Mayor
M P
Semua kerbau mamalia → Premis Minor
S M
Semua kerbau menyusui anaknya → Konklusi
S P
Keterangan:
S = Subjek
P = Predikat
M = Middle Term (Term Penengah)
S = Subjek
P = Predikat
M = Middle Term (Term Penengah)
PERLU DIPERHATIKAN !!!
→ Tentukan terlebih dahulu term yang sama dari kedua premis
→ M premis mayor adalah predikat dan M premis minor adalah subjek
→ M tidak boleh disebut pada konklusi (kesimpulan)
→ Tentukan terlebih dahulu term yang sama dari kedua premis
→ M premis mayor adalah predikat dan M premis minor adalah subjek
→ M tidak boleh disebut pada konklusi (kesimpulan)
Dua
permasalahan dapat ditarik kesimpulannya apabila ada term penengah yang
menghubungkan keduanya. Tanpa term penengah, konklusi dari dua permasalahan
tersebut tidak dapat diambil.
Bagaimana cara menentukan mana yang merupakan premis mayor atau premis minor? Untuk memperolehnya perhatikan hal-hal berikut:
- Agar diperoleh konklusi yang sah dan benar, maka pangkalan utama berpijak harus merupakan proposisi universal.
- Pangkalan khusus tidak harus partikular atau singular, bisa juga proposisi universal.
- Pangkalan khusus bisa menyatakan suatu permasalahan yang berbeda dari pangkalan utama dan dapat merupakan kenyataan yang lebih khusus dari permasalahan umumnya.
Hukum-hukum
Silogisme Kategorik
1. Jika dalam satu premis partikular, untuk kesimpulan juga harus partikular.
Contoh:
Semua perilaku menyimpang tidak baik untuk mendidik.
Sebagian perilaku orang tua adalah menyimpang.
Jadi, sebagian perilaku orang tua tidak baik untuk mendidik.
2. Jika salah satu premis negatif, untuk kesimpulan juga harus negatif.
Contoh:
Semua pencuri tidak disenangi.
Sebagian anak jalanan adalah pencuri.
Jadi, sebagian anak jalanan tidak disenangi.
3. Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan. Kesimpulan yang diambil dari premis-premis partikular tidak menghasilkan kebenaran yang pasti.
Contoh:
Sebagian ikan tidak bersisik.
Beberapa hewan air adalah ikan.
Jadi, beberapa hewan air tidak bersisik. (Tidak sah)
4. Dua premis negatif, tidak menghasilkan kesimpulan apapun.
Contoh:
Harimau bukan kerbau.
Serangga bukan kerbau.
(Tidak ada kesimpulan)
5. Paling tidak salah satu dari term penengah harus mencakup. Jika dua premis yang term penengah tidak mencakup akan menghasilkan kesimpulan yang salah.
Contoh:
Semua mamalia bernafas
dengan paru-paru.
Hewan ini bernafas dengan paru-paru.
Jadi, hewan ini adalah mamalia (kesimpulan jadi salah karena bisa jadi hewan tersebut bukan mamalia, contohnya ikan).
6. Term predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premis, bila tidak, kesimpulannya menjadi salah.
Hewan ini bernafas dengan paru-paru.
Jadi, hewan ini adalah mamalia (kesimpulan jadi salah karena bisa jadi hewan tersebut bukan mamalia, contohnya ikan).
6. Term predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premis, bila tidak, kesimpulannya menjadi salah.
Contoh:
Mawar adalah bunga.
Melati bukan mawar.
Jadi, melati bukan bunga.
(Bunga pada kesimpulan merupakan term negatif padahal pada prernis adalah positif).
7. Term penengah harus mempunyai makna yang sama, baik itu untuk premis mayor ataupun premis minor. Jika term penengah mempunyai makna ganda, kesimpulan akan berbeda.
Melati bukan mawar.
Jadi, melati bukan bunga.
(Bunga pada kesimpulan merupakan term negatif padahal pada prernis adalah positif).
7. Term penengah harus mempunyai makna yang sama, baik itu untuk premis mayor ataupun premis minor. Jika term penengah mempunyai makna ganda, kesimpulan akan berbeda.
Contoh:
Bulan itu merupakan benda langit.
Mei adalah bulan.
Jadi, Mei adalah benda langit.
(Pengertian bulan pada kedua term tidak sama).
8. Silogisme harus terdiri dari tiga term, yaitu Subjek, Predikat, dan Term Penengah (middle term).
Konklusi silogisme hanya akan bernilai apabila diturunkan dari premis yang benar dan prosedur yang valid. Meskipun konklusi benar tetapi diturunkan dari premis yang salah dan prosedur yang tidak valid, maka tidak akan bernilai konklusi tersebut.
Mei adalah bulan.
Jadi, Mei adalah benda langit.
(Pengertian bulan pada kedua term tidak sama).
8. Silogisme harus terdiri dari tiga term, yaitu Subjek, Predikat, dan Term Penengah (middle term).
Konklusi silogisme hanya akan bernilai apabila diturunkan dari premis yang benar dan prosedur yang valid. Meskipun konklusi benar tetapi diturunkan dari premis yang salah dan prosedur yang tidak valid, maka tidak akan bernilai konklusi tersebut.
Dalam
silogisme sobat tidak menghasilkan kebenaran baru, tetapi kebenaran yang sudah
terkandung pada premis-premisnya.
Absah dan Benar
Dalam membahas silogisme, sobat harus mengenal dan memahami apa yang dimaksud dengan absah dan benar. Absah atau valid berhubungan dengan prosedur pengambilan konklusi. Jika sesuai dengan hukum (ketentuan) disebut absah, demikian sebaliknya. Benar berhubungan dengan proposisi dalam silogisme, apakah sesuai dengan fakta atau tidak. Jika sesuai dengan fakta, maka proposisinya benar, demikian sebaliknya. Keabsahan dan kebenaran dalam silogisme merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk memperoleh konklusi (kesimpulan) yang sah dan benar.
fiuhhhh, istirahat sebentar ya sobat untuk postingan kali ini, tangan mulai kriting nih, hehe. Tapi ini belum selesai loh, masih ada lanjutannya di Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat bag. 2. Jadi pantengin terus blog Pak HaBe untuk mendapatkan informasi-informasi berharga khususnya tentang Tes Potensi Akademik. :)
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-deret-angka-dan-huruf.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-deret-gambar.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-jaring-jaring-bangun.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-jaring-jaring-bangun_19.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/membedakan-gambar.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/09/materi-tes-kemampuan-numerik.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-rotasi-3-dimensi.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-aljabar.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar