Mottoku

Admin mengucapkan Selamat Beraktivitas - Sehat dan Sukses selalu

Rabu, 13 Agustus 2014

Logika dan Silogisme

( Disunting oleh H. B. Fanumbi, SS )

              Dalam tes cpns online 2013 yang lalu salah satu kesulitan terbesar yang dikeluhkan peserta tes adalah keterlambatan berpikir dalam menganalisa soal-soal logikal dalam bentuk kalimat pernyataan / pertanyaan dan menemukan serta menyimpulkan suatu fakta kebenaran melalui option a-b-c-d-e yang disiapkan. Banyak peserta tes bingung memahami isi soal yang terkesan berbelit belit rumusannya. Kesan ini muncul karena banyak peserta yang tidak terbiasa atau terlatih memahami bagaimana menganalisa suatu pernyataan atau pertanyaan.

           Tulisan ini bermaksud memberikan cara berpikir dalam menganalisa kalimat secara cepat dalam durasi 1 menit sehiungga diharapkan peserta tes nantinya dapat dibantu  untuk menjawab soal-soal secara baik dan benar.
Silogisme adalah bagian sentral dalam Prinsip ilmu Logika yang bertujuan menyimpulkan sesuatu fakta secara baik dan benar sesuai struktur kalimatnya. Silogisme sendiri terdiri dari premis mayor dan premis minor serta konklusi sintetis.  Premis Mayor pada umumnya memiliki struktur kalimat yang bersifat pernyataan. Misalnya : Semua hewan Mati. Sedangkan premis minor memiliki struktur kalimat yang bersifat pengembangan. Contoh : Sapi adalah hewan. Sedangkan sintetis adalah penggabungan dari premis minor dan mayor. Jadi jika kita menghubungkan premis mayor – premis minor dan sintetis maka struktrur kalimnat yang baik dan benar di atas dapat disusun sebagai berikut :
Premis Mayor  : Semua hewan mati
Premis Minor   : Sapi adalah Hewan
Sintesis            : Sapi pasti Mati
Dalam kalimat di atas, statemen mayor terletak pada kata semua hewan mati. Dalam premis minor, kalimat yang dikembangkan adalah Sapi adalah hewan. Nah sinsis dari kedua premis di atas akan bertemu pada Fakta Kematian ( Mati ).
Contoh lain
Premis Mayor            : Semua orang Maluku memilki suara yang merdu
Premis Minor             : Rahim adalah orang Maluku / Rahim memiliki suara yang merdu
Konklusi Sintesis       : Rahim pasti memiliki suara yang bagus / Rahim adalah orang Maluku  
Hal-hal yang perlu dipahami dalam Logika dan silogismenya adalah :
Nalar               = Aktivitas yang memungkinkan seseorang berpikir logis
Bernalar         = Berpikir logis (berpikir sesuai dengan logika)
Logis               = Masuk akal atau benar menurut penalaran
Penalaran       = Cara berpikir logis
Logika            = Pengetahuan tentang kaidah berpikir atau jalan pikiran yang masuk akal
Penalaran didefinisikan sebagai proses mental yang bergerak dari apa yang kita ketahui kepada apa yang tidak kita ketahui sebelumnya berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta untuk menghasilkan sebuah kesimpulan. Soal-soal tes dalam penalaran kritis disusun untuk menguji kemampuan sobat mengambil serangkaian fakta yang ditampilkan dalam kalimat dan memahaminya, serta memanipulasi informasi untuk menyelesaikan suatu masalah khusus. Tes Penalaran kritis terbagi menjadi dua, yaitu tes penalaran logis (silogisme) dan tes penalaran analitis. Namun Pak HaBe di sini hanya akan menitikberatkan pembahasan pada materi penalaran logis (silogisme).

PENALARAN LOGIS (SILOGISME)
.Pertanyaan-pertanyaan dalam tes penalaran logis mengharapkan sobat untuk mengambil keputusan secara logis dan mengetahui bahwa dari data yang tidak cukup tersedia dapat memperoleh jawaban yang pasti. Sebelum Pak HaBe membahas mengenai penalaran logis (silogisme) lebih lanjut, maka sobat perlu memahami terlebih dahulu pengertian mengenai proposisi dan oposisi.
Silogisme


Silogisme merupakan bentuk penyimpulan tidak langsung. Silogisme disebut juga cara berpikir atau menarik kesimpulan dari premis-premis umum dan khusus.

Silogisme digolongkan sebagai penyimpulan tak langsung, karena penyimpulan pengetahuan yang baru diambil secara sistematis dari dua permasalahan yang dihubungkan dengan cara tertentu.

a. Silogisme kategorik

Silogisme kategorik adalah silogisme yang semua proposisinya mempunyai proposisi kategorik.
  • Silogisme Kategorik Bentuk Standar
Silogisme kategorik bentuk standar adalah silogisme yang terdiri tiga proposisi, tiga term (subjek, predikat, dan term penengah), dan konklusi disebut setelah premis-premisnya.

Contoh : Semua mamalia menyusui anaknya. → Premis Mayor
                             M                   P
             Semua kerbau mamalia → Premis Minor
                            S          M
              Semua kerbau menyusui anaknya → Konklusi
                             S                 P

Keterangan:
S = Subjek
P = Predikat
M = Middle Term (Term Penengah)
PERLU DIPERHATIKAN !!!
→ Tentukan terlebih dahulu term yang sama dari  kedua premis
→ M premis mayor adalah predikat dan M premis minor adalah subjek
→ M tidak boleh disebut pada konklusi (kesimpulan)
Dua permasalahan dapat ditarik kesimpulannya apabila ada term penengah yang menghubungkan keduanya. Tanpa term penengah, konklusi dari dua permasalahan tersebut tidak dapat diambil.

Bagaimana cara menentukan mana yang merupakan premis mayor atau premis minor? Untuk memperolehnya perhatikan hal-hal berikut:
  • Agar diperoleh konklusi yang sah dan benar, maka pangkalan utama berpijak harus merupakan proposisi universal.
  • Pangkalan khusus tidak harus partikular atau singular, bisa juga proposisi universal.
  • Pangkalan khusus bisa menyatakan suatu permasalahan yang berbeda dari pangkalan utama dan dapat merupakan kenyataan yang lebih khusus dari permasalahan umumnya.
Hukum-hukum Silogisme Kategorik  

1. Jika dalam satu premis partikular, untuk kesimpulan juga harus partikular.
Contoh:
Semua perilaku menyimpang tidak baik untuk mendidik.
Sebagian perilaku orang tua adalah menyimpang.
Jadi, sebagian perilaku orang tua tidak baik untuk mendidik.
2. Jika salah satu premis negatif, untuk kesimpulan juga harus negatif.
Contoh:
Semua pencuri tidak disenangi.
Sebagian anak jalanan adalah pencuri.
Jadi, sebagian anak jalanan tidak disenangi.

3. Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan. Kesimpulan yang diambil dari premis-premis partikular tidak menghasilkan kebenaran yang pasti.
Contoh:
Sebagian ikan tidak bersisik.
Beberapa hewan air adalah ikan.
Jadi, beberapa hewan air tidak bersisik. (Tidak sah)


4. Dua premis negatif, tidak menghasilkan kesimpulan apapun.
Contoh:
Harimau bukan kerbau.
Serangga bukan kerbau.
(Tidak ada kesimpulan)

5. Paling tidak salah satu dari term penengah harus mencakup. Jika dua premis yang term penengah tidak mencakup akan menghasilkan kesimpulan yang salah.
Contoh:
Semua mamalia bernafas dengan paru-paru.
Hewan ini bernafas dengan paru-paru.
Jadi, hewan ini adalah mamalia (kesimpulan jadi salah karena bisa jadi hewan tersebut bukan mamalia, contohnya ikan).

6. Term predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premis, bila tidak, kesimpulannya menjadi salah.
Contoh:
Mawar adalah bunga.
Melati bukan mawar.
Jadi, melati bukan bunga.
(Bunga pada kesimpulan merupakan term negatif padahal pada prernis adalah positif).

7. Term penengah harus mempunyai makna yang sama, baik itu untuk premis mayor ataupun premis minor. Jika term penengah mempunyai makna ganda, kesimpulan akan berbeda.

Contoh:
Bulan itu merupakan benda langit.
Mei adalah bulan.
Jadi, Mei adalah benda langit.
(Pengertian bulan pada kedua term tidak sama).

8. Silogisme harus terdiri dari tiga term, yaitu Subjek, Predikat, dan Term Penengah (middle term).
 
Konklusi silogisme hanya akan bernilai apabila diturunkan dari premis yang benar dan prosedur yang valid. Meskipun konklusi benar tetapi diturunkan dari premis yang salah dan prosedur yang tidak valid, maka tidak akan bernilai konklusi tersebut.

Dalam silogisme sobat tidak menghasilkan kebenaran baru, tetapi kebenaran yang sudah terkandung pada premis-premisnya.

Absah dan Benar

Dalam membahas silogisme, sobat harus mengenal dan memahami apa yang dimaksud dengan absah dan benar. Absah atau valid berhubungan dengan prosedur pengambilan konklusi. Jika sesuai dengan hukum (ketentuan) disebut absah, demikian sebaliknya. Benar berhubungan dengan proposisi dalam silogisme, apakah sesuai dengan fakta atau tidak. Jika sesuai dengan fakta, maka proposisinya benar, demikian sebaliknya. Keabsahan dan kebenaran dalam silogisme merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk memperoleh konklusi (kesimpulan) yang sah dan benar.
 
fiuhhhh, istirahat sebentar ya sobat untuk postingan kali ini, tangan mulai kriting nih, hehe. Tapi ini belum selesai loh, masih ada lanjutannya di Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat bag. 2. Jadi pantengin terus blog Pak HaBe untuk mendapatkan informasi-informasi berharga khususnya tentang Tes Potensi Akademik. :)

 Link Lainnya :

http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-deret-angka-dan-huruf.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-deret-gambar.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-jaring-jaring-bangun.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-jaring-jaring-bangun_19.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/membedakan-gambar.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/09/materi-tes-kemampuan-numerik.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-rotasi-3-dimensi.html
http://soaltpaku.blogspot.com/2013/08/contoh-soal-tpa-aljabar.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar